Mata yang Selamat
Rasulullah SAW bersabda, ''Semua mata akan menangis pada hari kiamat, kecuali tiga mata.
Pertama, mata yang menangis kerana takut kepada Allah.
Kedua, mata yang dipalingkan dari apa apa
yang diharamkan Allah.
Ketiga, mata yang tidak tidur kerana mempertahankan agama Allah.''
Dalam suatu riwayat, ahli tasawuf bernama Fudhail bin Ayyadh, adalah seorang yang hanya mengejar-ngejar hawa nafsu dan berkelana di tempat-tempat maksiat hingga larut malam.
Suatu malam, ketika ia pulang dalam keadaan hoyong hayang , dia mendengar sayup-sayup seseorang membaca Alquran dari sebuah rumah.
''Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang
yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang yang
fasik.'' (QS al-Hadid (57): 16).
Sesampainya di rumah, ia mengulangi bacaan yang didengarnya itu. Tanpa terasa, air mata mengalir di pipinya. Ia merasakan ketakutan yang luar biasa. Hatinya bergetar ketika mengingat perbuatan
maksiat yang pernah dilakukan. Akhirnya, ia kembali ke jalan yang benar karena takut kepada Allah SWT.
Berbahagialah orang yang pernah bersalah dalam hidupnya kemudian menyesal dan matanya basah dengan air mata penyesalan.
Allah SWT Maha Pengampun atas dosa yang telah dilakukan hamba-
Nya. Mata seperti itu, insya Allah, termasuk mata yang tidak pernah menangis di hari kiamat.
Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang dilarang Allah SWT.
Nabi Yusuf menolak ajakan
Zulaikha untuk berbuat maksiat. Dengan keadaan/ kondisi dan kesempatan yang ada, Nabi Yusuf mampu mengalahkan hawa nafsunya.
Melihat keadaan/kondisi pada masa /saat ini, mata kita sentiasa tak lari dari hal-hal yang berbau
pornografi, baik melalui media cetak, elektronik, maupun kejadian sehari-hari. Dengan mudah siapa pun dapat melihat gambar-gambar yang membangkitkan syahwat.
Bahkan yang menyedihkan, hal itu menjadi kebiasaan dan dianggap wajar oleh sebahagian masyarakat. Mata yang tidak pernah menangis di hari kiamat adalah mata yang mampu berpaling dari yang dilarang Allah SWT, termasuk apa pun yang berbau pornografi.
Ketiga, mata yang tidak tidur kerana membela agama Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar