asmaul husna

Photobucket

Selasa, 30 Maret 2010

Dalam Balutan Cinta Janji Bertemu di Surga

Selasa, 30 Mar 2010

Dalam Balutan Cinta Janji Bertemu di Surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata: "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya kepada ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya.
Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, "Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku."
Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, "Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:
'Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.' (Yunus: 15).
Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.'
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu."
Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo'akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"
"Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan," jawab si wanita
Dia menjawab: "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan".
Pemuda itu bertanya: "Jika demikian, kemanakah kau menuju?"
Dia jawab: "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."
"Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak," jawab sang wanita.
Pemuda itu berkata: "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu."
Dia jawab: "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subhanahu wa Ta'ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."
Si Pemuda bertanya: "Kapan aku bisa melihatmu?"
Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.
. . aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subhanahu wa Ta'ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah," pinta sang wanita.
(PurWD/voa-islam.com)
* Sumber: Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi’in, Orang-orang Dulu dan Sekarang; oleh Syaikh Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi, Darul Haq.

seorang akakek memanjat pohon kelapa


Tersebutlah seorang kakek memanjat pohon kelapa. Setelah sampai diatas, dia
memandang kebawah. Masya Allah, alangkah seramnya. Kalau sampai jatuh kebawah ,
sepertinya tipis harapan untuk selamat. Saking khawatirnya iapun berikrar :"Ya
Allah, kalau saja saya selamat sampai kebawah, saya akan bersedekah seekor
sapi."

Dia pun turun pelan-pelan merambat. Setelah turun agak lama, dia memandang lagi
kebawah. Masih seram ,tapi tidak separah tadi. Otak bisnisnya mulai bekerja.
Ngomong-ngomong, sapi kan mahal. Dia ingat, waktu Iedul Qurban, harga sapi bisa
7x lipat harga kambing, bahkan lebih. Maka ia pun meralat ikrarnya yang pertama
tadi. "Ya Allah, maksud saya sebenarnya bukan sapi, tetapi kambing. Saya
keseleo ngomong. Engkau kan Maha Tahu ya Allah, bahwa saya ini benar-benar
tulus."

Dia pun merambat lagi, turun pelan-pelan. Setelah beberapa lama, dia menengok
lagi ke bawah. Sama sekali belum aman, tapi takutnya tak separah yang tadi.
Sementara itu, otak bisnisnya mulai bekerja. Begitulah manusia,, dalam keadaan
kepepet saja masih main hitung-hitungan dengan Allah. "Ah, kambing juga mahal.
Siapa bilang kambing murah? Dulu saja ada yang sejuta, itu masih ukuran sedang,
bagaimana kalau yang agak besar, tentu lebih mahal lagi?" Kaki dan tangannya
terus memeluk pohon ittu erat-erat, tetapi kalkulatornya terus berjalan.

Dengan tidak malu-malu, untuk kesekian kalinya, ia meralat nadzar yang sudah
sempat terucap. "Ya Allah, lagi-lagi saya salah omong. Sebetulnya yang saya
maksud bukan kambing. Engkau kan Maha Penyayang dan Maha Memahami. Bukankah
manusia itu tempat-nya keliru dan lupa? Yang saya maksud sebetulnya adalah
ayam. Cuma mulut ini suka keceplos, Allah.

Demikianlah, semakin dekat dia kebawah, semakin cekatan dia membuat kalkulasi.
Intinya adalah, selamat sampai dibawah, tapi sekaligus uangnya aman.
Setelah kira-kira dua meter lagi sampai ketanah, sempat-sempatnya ia meralat
lagi. "Ya Allah, sekarang semua harga barang pada naik. Saya yakin, ya Allah,
Engkau tidak akan keberatan kalau ayam itu saya ganti telor. Bukankah yang
penting dalam hal ini adalah keikhlasan. Nah, kalau telor, saya bisa ikhlas ya
Allah. Kasihanilah hamba yang tak pandai berhitung ini."

apa yang terjadi selanjutnya? Dasar pelitnya 17 setan, kira-kira setengah meter
dari tanah, pegangannya dilepaskan. Maka jatuhlah ia bergedebuk. "Ya Allah,
tadi saya berjanji, kalau turun dengan selamat. Nyatanya saya akhirnya jatuh.
Berarti saya tidak perlu kan menyedekahkan telor?"

Demikianlah, dia pikir dengan cara begitu bisa mengakali Allah. Sebetulnya
bukan dia yang menang, tetapi dia adalah yang kalah. Bagi Allah, untuk
membalikkan situasi, itu sangat gampang.

Jangan terlalu berhitung dengan Allah. Nanti Allah juga akan berhitung-hitung
dengan kita. Kita lah yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita.
Sejabodetabek orang tak mau shalat, tak mau zakat, Allah takkan rugi! Justru
kerugiannya akan kembali kepada kita sendiri.Bukankah sudah banyak contoh?
Tadinya kaya raya dan terpandang, setelah bangkrut, orang memandang sebelah
mata. Tadinya segar bugar, sehat, tak kurang suatu apa, tau-tau terbaring
sakit, kena stroke.


Written by : Ustad.Tarmizi Firdaus

katakan maumu apa???

aku bersedia bersimpah peluh dan darah kalau memang itu suatu kebenaran...
aku siap menerima caci makian kalau memang itu salah..
bagian tubuh mana yang kau inginkan dari aku, balaslah sesuka hatimu..
kalau memang aku menyakitimu..diam saja tanpa bicara sedikitpun..
secara perlahan kau membunuh dari belakang.. bukan jiwa yang terlapas dai jasadnya..
kau membunuh kebahagiaanku...membunuh karakterku..membunuh jalan pikiranku..membunuh ketenangan keluargaku..katakan maumu apa???

BURUNG DAN CACING ( BERBAIK SANGKA SAJA..)


BURUNG DAN CACING ( BERBAIK SANGKA SAJA..)

Nabi Muhammmad SAW bersabda seandainya kamu tawakal kepada Allah dengan tawakal niscaya Allah akan memberikan kepadamu sebagaimana Allah memberikan kepada burung. Pagi-pagi dia berangkat dalam keadaan lapar, sore hari ia pulang dalam keadaan kenyang. (HR.Tirmizi

Mari kita lihat burung mencari rezeki sesudah lama berkeliling-keliling akhirnya dia menemukan sesuatu untuk di makan. Maka digigitlah makanan itu dengan paruhnya. Sau-satunya cara ya digigit karena tak punya ransel, tas, atau keranjang. Perjalanan yang ditempuh kadang berbahaya, karena ada manusia yang hobinya menembak burung dengan senapan angin, apalagi sawah makin habis, dipakai untuk rumah BTN dan lain-lain..

sampainya disarang, anaknya Lima ekor mangap semua. Semua berebut ingin duluan, bahkan yang sudah dapet jatahpun ikut mangap seolah belum makan, tapi induk burung bisa membedakan dengan melihat warna keronggkongan yang sudah dapat makanan, warnanya berbeda dengan yang belum Subhanallah!! Siapa yang memberi kemampuan itu? ya.. jawabnya tentu Allah subhanahu wata'ala. Demikian sulit perjalanan burung mencari makan, Namun burung tak pernah putus asa. Coba lihat koran sejak jaman jepang ga ada burung bunuh diri putus asa !!biar krismon , harga BBM naik ada cicak lawan buaya di bantu komodo sekalipun, Namun burung tetap optimis.

HARUS MALU SAMA BURUNG

suatu hari saya naik taksi. Supir taksi lagi stres berat . Bensin naik, setoran mahal, nyari uang susah bayar anak sekolah nunggak akhirnya dia bilang sempat terpikir untuk bunuh diri. Saya kaget lalu saya mengatakan “ bapak kalo bunuh diri seharusnya malu sama burung”

Apa hubungannya bunuh diri sama burung ? lalu cerita panjang lebar soal burung. Komentarnya “ wah cerita bapak menarik juga , nih” tentu saja menarik, Cerita mengalir argo jalan terus.

Kemudian saya sambung lagi : “ disamping malu sama burung malu juga sama cacing” wah' apa urusanya denagn cacing??coba lihat cacing, tak punya tanduk, gigi,sayap, ceker, tangan, kaki yang lebih bisa cepat dari kijang. Sepertinya cacing berantem sama siapa saja, engga mungkin menang. Jangankan Ijazah asli.. Ijazah palsu saja tidak punya. Pernah cacing putus asaa? Pernah cacing demo mogok makan ? Dia sibuk masuk tanah keluar tanah. Toh dia hidup!!dapet rezeki juga dari Allah.

Jadi salah satu yang terpenting dalam hidup adalah, Berbaik sangkalah kepada Allah swt. Kalau kita bersangka baik kepada Allah terus menerus maka Allah pun akan selalu berbuat baik pada kita. Atau Allah mencari solusi untuk diri kita

Seorang pelukis ternama yang gaya hidupnya amburadul suatu hari ketika dia sakit, dokter bilang dia umurnya tinggal enam bulan lagi. “umurku ditangan tuhan dokter” katanya. Sejak itu dia makin amburadul biasa minum air digelas sekarang minum dari air kran. Biasa tidur dalam ruangan, tiba-tiba tidur di alam terbuka beratap langit berselimut embun. Sepuluh tahun kemudian, dia masih hidup dokternya sudah GAMEOVER.

Dari itulah selalu berbaik sangka pada Allah Kalau berdo'a hujani Allah dengan kalimat positif Umpamanya : YA Allah : “ aku tak tahu apa di balik hikmah musibah ini Namun aku akan selalu berbaik sangka padamu, sabarkan aku, kuatkan aku, tak mungkin kau sia-sia kan kami. Tak mungkin kau tak mendengar jaritan amba yang lemah ini. Kami bersungguh-sungguh meminta kepadamu Allahusshomad Allah tempat meminta kapada Allah tempat bergantung, Allah tempat kami curhat, kepada siapa lagi kami mengadu, Ya Allah engkaulah yang memasukan ketenangan kedalam dada tenangkan hati kami ya Allah. Mantapkan kami dalam iman dan islam

USATAD : TIRMIZI FIRDAUS

Jumat, 19 Maret 2010

youtube - sabeeluna al jihad urdu tarana nasheed urdu tarana nasheed.3gp

youtube - sabeeluna al jihad urdu tarana nasheed urdu tarana nasheed.3gp

kupesan untuk sahabatku

Sahabat ingatkah kau kenangan lama kita
Senyum tersirat canda tawa penuh seri
Saat bahagia kita bersama
Saat duka dan derita pun kita lalui bersama
Wahai kawan
Adakalnya kita berpisah
Cerita lama takan mungkin terulang kembali

CINTA ILAHI

Cinta ilahi
Dari lubuk hati yang terbina 
Mencoba meraih cinta 
Padamu ya ilahi hamba yang hina ini 
Lerai dengan air mata 
Barharap ampunanmu atas segala dosa
Tuhanku yang Esa mohon hidayahmu
Agar cinta ini dapat bersemi
Hidupku yg kelam dalam kegelapan
Berharap taubatku kau kabulkan
Mungkinkah ku riaih cintamu 
Penuhi ya Rob harapanku

IMPLEMENTASI.

Terima kasih sahabatku
Ilmu mu bukan sekedar pajangan
Yang hanya di dapat dilihat orang
Tapi sebuah pegangan
Ketika kau goyah
Duhai sahabatku..
Bukan kemewahan duniawi..
Melainkan kemewahan itulah yang ku inginkan darimu
Rohaniku..
Jiwaku..
Iman ku..
Nasihatilah aku
Tegurlah aku
Tunjukan aku jalan kebenaran
Jalan orang orang yang beriman
Jalan yang membawa aku ke dasar surga

Kami bukan pengajar..

Kami bukan pengajar..
Kami mengajar bukan lebih pandai
Kami mengajar untuk belajar
yang pandai bukan yang mengerti
Karna yang mengerti yang mempu mengamalkan
Di tempat ini kami beribadah 
Di tempat ini al qur'an kami bedah
Seiring amalan sunnah
Insya Allah berharap berkah
Di antara kehidupan dan kematian
Bekalnya hanya ilmu dan ibadah
Antara ilmu dan ibadah
Sumbernya al qur'an dan asunah
Untuk itu kami coba untuk mengamalkanya
Inilah kami di tempat ini
Tempat bertukar pikiran
Tempat menimba ilmu
Merealisasikan atau mengamalkan
Untuk itu kami bukan mengajar kami belajar

Senin, 01 Maret 2010

Wahai Ikhwan Facebooker, Jangan Lumpuhkan Hati Kami













Wahai Ikhwan Facebooker, Jangan Lumpuhkan Hati Kami

Wahai Ikhwan FB,
Yang masih memiliki hati
Dengarlah jeritan hati kami
Sudahi merayu kami
Hentikan menebar simpati.

Kami hanyalah akhwat
Yang ingin menggapai cinta Ilahi
Yang mempunyai iman setipis ari
Menghadapi sikapmu yang tak terkendali
Terkadang kami tak cukup kuat.

Wahai Ikhwan FB,
Yang masih mempunyai nurani
Dengarlah suara hati kami
Jangan rintangi dakwah kami
Jangan matikan komitmen kami
Jangan serang kami dengan komentar basi.

Kami hanyalah akhwat biasa
Yang sedang mencari jati diri sejati
Yang tak sekuat iman istri para Nabi
Kami risih dengan candamu yang menjadi-jadi

Wahai Ikhwan FB,
Yang mempunyai lubuk hati
Dengarlah keluhan jiwa kami
Jangan goda kami dengan ta'aruf islami
Jika hanya sekedar mencari sensasi
Hati kami bukanlah kelinci semurah kue serabi
Kami akhwat yang menjunjung amanah Ilahi
Mengemban dakwah dalam naungan visi dan misi

Wahai Ikhwan FB,
Yang memiliki belas asih
Dengarlah pinta kami
Hargai hijab lebar kami
Bantulah kami kokohkan harga diri
Jangan lucuti semangat kami
Jangan runtuhkan ketegaran kami

Tolong kami,
Wahai para ikhwan FB
Jika kalian masih mempunyai hati nurani.

[yuliana/voa-islam.com]












Duhai Akhwat Facebooker, Renungkan ini...Duhai

Akhwat yang kukagumi
Yang memiliki iman di hati
Dengarlah suara hati para lelaki
Sudahi menebar simpati
Hentikan bermanja pada kami
Kami ikhwan biasa yang tidak suci
Yang ingin teguh di jalan Ilahi.

Duhai yang kukasihi para akhwat
Yang memiliki malu, hormat dan martabat
Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat
Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat
Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat
Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.

Duhai akhwat yang kusanjungi
Jangan hajar emosi dan jiwa kami
dengan perhatian yang murah
Jiwa ini terasa gerah
dengan pujian yang membuncah.

Duhai akhwat yang kupuja
Engkau adalah mutiara berharga
Harapan bangsa dan agama
Bukan hanya fisik yang harus dijaga
Akhlak juga harus dihiasi
dengan lembaran hidup islami

Engkau akan terlihat anggun
Bukan karena pengagummu yang berjibun
Tapi karena sikapmu yang santun
Engkau semakin mempesona
Dengan izzahmu yang terjaga
Engkau semakin cantik memikat
Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at
Renungkanlah duhai akhwat…

[flowerhijab@yahoo.com]

Betapa Cantiknya Seorang Muslimah







 

 

 

 

 

 

Betapa Cantiknya Seorang Muslimah


Mulanya aku tidak percaya diri
dengan busana yang tertutup rapi
kata orang aku tidak trendi
tapi aku cantik, kata abi dan ummi.

Wahai kawan yang gila sanjungan
cantik bukan berarti buka-bukaan
trendi tak harus selalu berdandan
kecantikan tak identik dengan pujaan.

Kuulurkan jilbab hingga terasa damai hatiku
kulonggarkan pakaian sehingga tertutup aurat tubuhku
kulakukan semuanya itu demi cinta pada Robb-ku
dalam hati kuberbisik, semoga Engkau berbahagia melihatku.

Andai semua orang memahami
cantik lahir bukanlah ukuran
pemikat adalah cantiknya hati
dan yang utama budi pekerti
seperti yang Rasul contohkan.
dengan cinta
sahabatmu,
[fathiyya]

ya Allah kumohon kabulkan DO'A ku

ya Allah kumohon kabulkan DO'A ku