BURUNG DAN CACING ( BERBAIK SANGKA SAJA..)
Nabi Muhammmad SAW bersabda seandainya kamu tawakal kepada Allah dengan tawakal niscaya Allah akan memberikan kepadamu sebagaimana Allah memberikan kepada burung. Pagi-pagi dia berangkat dalam keadaan lapar, sore hari ia pulang dalam keadaan kenyang. (HR.Tirmizi
Mari kita lihat burung mencari rezeki sesudah lama berkeliling-keliling akhirnya dia menemukan sesuatu untuk di makan. Maka digigitlah makanan itu dengan paruhnya. Sau-satunya cara ya digigit karena tak punya ransel, tas, atau keranjang. Perjalanan yang ditempuh kadang berbahaya, karena ada manusia yang hobinya menembak burung dengan senapan angin, apalagi sawah makin habis, dipakai untuk rumah BTN dan lain-lain..
sampainya disarang, anaknya Lima ekor mangap semua. Semua berebut ingin duluan, bahkan yang sudah dapet jatahpun ikut mangap seolah belum makan, tapi induk burung bisa membedakan dengan melihat warna keronggkongan yang sudah dapat makanan, warnanya berbeda dengan yang belum Subhanallah!! Siapa yang memberi kemampuan itu? ya.. jawabnya tentu Allah subhanahu wata'ala. Demikian sulit perjalanan burung mencari makan, Namun burung tak pernah putus asa. Coba lihat koran sejak jaman jepang ga ada burung bunuh diri putus asa !!biar krismon , harga BBM naik ada cicak lawan buaya di bantu komodo sekalipun, Namun burung tetap optimis.
HARUS MALU SAMA BURUNG
suatu hari saya naik taksi. Supir taksi lagi stres berat . Bensin naik, setoran mahal, nyari uang susah bayar anak sekolah nunggak akhirnya dia bilang sempat terpikir untuk bunuh diri. Saya kaget lalu saya mengatakan “ bapak kalo bunuh diri seharusnya malu sama burung”
Apa hubungannya bunuh diri sama burung ? lalu cerita panjang lebar soal burung. Komentarnya “ wah cerita bapak menarik juga , nih” tentu saja menarik, Cerita mengalir argo jalan terus.
Kemudian saya sambung lagi : “ disamping malu sama burung malu juga sama cacing” wah' apa urusanya denagn cacing??coba lihat cacing, tak punya tanduk, gigi,sayap, ceker, tangan, kaki yang lebih bisa cepat dari kijang. Sepertinya cacing berantem sama siapa saja, engga mungkin menang. Jangankan Ijazah asli.. Ijazah palsu saja tidak punya. Pernah cacing putus asaa? Pernah cacing demo mogok makan ? Dia sibuk masuk tanah keluar tanah. Toh dia hidup!!dapet rezeki juga dari Allah.
Jadi salah satu yang terpenting dalam hidup adalah, Berbaik sangkalah kepada Allah swt. Kalau kita bersangka baik kepada Allah terus menerus maka Allah pun akan selalu berbuat baik pada kita. Atau Allah mencari solusi untuk diri kita
Seorang pelukis ternama yang gaya hidupnya amburadul suatu hari ketika dia sakit, dokter bilang dia umurnya tinggal enam bulan lagi. “umurku ditangan tuhan dokter” katanya. Sejak itu dia makin amburadul biasa minum air digelas sekarang minum dari air kran. Biasa tidur dalam ruangan, tiba-tiba tidur di alam terbuka beratap langit berselimut embun. Sepuluh tahun kemudian, dia masih hidup dokternya sudah GAMEOVER.
Dari itulah selalu berbaik sangka pada Allah Kalau berdo'a hujani Allah dengan kalimat positif Umpamanya : YA Allah : “ aku tak tahu apa di balik hikmah musibah ini Namun aku akan selalu berbaik sangka padamu, sabarkan aku, kuatkan aku, tak mungkin kau sia-sia kan kami. Tak mungkin kau tak mendengar jaritan amba yang lemah ini. Kami bersungguh-sungguh meminta kepadamu Allahusshomad Allah tempat meminta kapada Allah tempat bergantung, Allah tempat kami curhat, kepada siapa lagi kami mengadu, Ya Allah engkaulah yang memasukan ketenangan kedalam dada tenangkan hati kami ya Allah. Mantapkan kami dalam iman dan islam
USATAD : TIRMIZI FIRDAUS
Nabi Muhammmad SAW bersabda seandainya kamu tawakal kepada Allah dengan tawakal niscaya Allah akan memberikan kepadamu sebagaimana Allah memberikan kepada burung. Pagi-pagi dia berangkat dalam keadaan lapar, sore hari ia pulang dalam keadaan kenyang. (HR.Tirmizi
Mari kita lihat burung mencari rezeki sesudah lama berkeliling-keliling akhirnya dia menemukan sesuatu untuk di makan. Maka digigitlah makanan itu dengan paruhnya. Sau-satunya cara ya digigit karena tak punya ransel, tas, atau keranjang. Perjalanan yang ditempuh kadang berbahaya, karena ada manusia yang hobinya menembak burung dengan senapan angin, apalagi sawah makin habis, dipakai untuk rumah BTN dan lain-lain..
sampainya disarang, anaknya Lima ekor mangap semua. Semua berebut ingin duluan, bahkan yang sudah dapet jatahpun ikut mangap seolah belum makan, tapi induk burung bisa membedakan dengan melihat warna keronggkongan yang sudah dapat makanan, warnanya berbeda dengan yang belum Subhanallah!! Siapa yang memberi kemampuan itu? ya.. jawabnya tentu Allah subhanahu wata'ala. Demikian sulit perjalanan burung mencari makan, Namun burung tak pernah putus asa. Coba lihat koran sejak jaman jepang ga ada burung bunuh diri putus asa !!biar krismon , harga BBM naik ada cicak lawan buaya di bantu komodo sekalipun, Namun burung tetap optimis.
HARUS MALU SAMA BURUNG
suatu hari saya naik taksi. Supir taksi lagi stres berat . Bensin naik, setoran mahal, nyari uang susah bayar anak sekolah nunggak akhirnya dia bilang sempat terpikir untuk bunuh diri. Saya kaget lalu saya mengatakan “ bapak kalo bunuh diri seharusnya malu sama burung”
Apa hubungannya bunuh diri sama burung ? lalu cerita panjang lebar soal burung. Komentarnya “ wah cerita bapak menarik juga , nih” tentu saja menarik, Cerita mengalir argo jalan terus.
Kemudian saya sambung lagi : “ disamping malu sama burung malu juga sama cacing” wah' apa urusanya denagn cacing??coba lihat cacing, tak punya tanduk, gigi,sayap, ceker, tangan, kaki yang lebih bisa cepat dari kijang. Sepertinya cacing berantem sama siapa saja, engga mungkin menang. Jangankan Ijazah asli.. Ijazah palsu saja tidak punya. Pernah cacing putus asaa? Pernah cacing demo mogok makan ? Dia sibuk masuk tanah keluar tanah. Toh dia hidup!!dapet rezeki juga dari Allah.
Jadi salah satu yang terpenting dalam hidup adalah, Berbaik sangkalah kepada Allah swt. Kalau kita bersangka baik kepada Allah terus menerus maka Allah pun akan selalu berbuat baik pada kita. Atau Allah mencari solusi untuk diri kita
Seorang pelukis ternama yang gaya hidupnya amburadul suatu hari ketika dia sakit, dokter bilang dia umurnya tinggal enam bulan lagi. “umurku ditangan tuhan dokter” katanya. Sejak itu dia makin amburadul biasa minum air digelas sekarang minum dari air kran. Biasa tidur dalam ruangan, tiba-tiba tidur di alam terbuka beratap langit berselimut embun. Sepuluh tahun kemudian, dia masih hidup dokternya sudah GAMEOVER.
Dari itulah selalu berbaik sangka pada Allah Kalau berdo'a hujani Allah dengan kalimat positif Umpamanya : YA Allah : “ aku tak tahu apa di balik hikmah musibah ini Namun aku akan selalu berbaik sangka padamu, sabarkan aku, kuatkan aku, tak mungkin kau sia-sia kan kami. Tak mungkin kau tak mendengar jaritan amba yang lemah ini. Kami bersungguh-sungguh meminta kepadamu Allahusshomad Allah tempat meminta kapada Allah tempat bergantung, Allah tempat kami curhat, kepada siapa lagi kami mengadu, Ya Allah engkaulah yang memasukan ketenangan kedalam dada tenangkan hati kami ya Allah. Mantapkan kami dalam iman dan islam
USATAD : TIRMIZI FIRDAUS


Tidak ada komentar:
Posting Komentar